religi

Mengenal Lir Ilir Karya Sunan Kalijaga, Tembang Jawa Sebagai Media Dakwah yang Mengajarkan Life dan Wisdom dalam Islam

Sabtu, 29 Juni 2024 | 21:30 WIB
Ilustrasi Sunan Kalijaga, pencipta tembang Lir Ilir (Instagram @dzat.ul.)

Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi 

Lunyu lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot ira 

Dodot ira, dodot ira, kumitir bedhah ing pinggir 

Dondomono, jrumatano, kanggo sebo mengko sore 

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane 

Yo surako, surak hiya...

Artinya:

Bangunlah, bangunlah tanamannya telah bersemi

Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, seperti sepasang pengantin baru

Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu

Sekalipun licin, tetaplah memanjat untuk mencuci kain dodotmu

Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek

Jahitlah, tisiklah untuk menghadap Tuhanmu nanti sore

Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang

Ya, bersoraklah, berteriaklah, ya

Halaman:

Tags

Terkini