SketsaNusantara.id - Sebagai wali yang merupakan keturunan Jawa dan gunakan metode pendekatan lewat kesenian dan budaya, ajaran Islam Sunan Kalijaga bisa diterima dengan penuh damai oleh masyarakat Jawa kala itu.
Sunan Kalijaga menciptakam satu tembang Jawa tentang life and wisdom yang memiliki filosofi yang begitu mendalam tentang hakekat hidup manusia yang harus bangkit meski hadapi keterpurukan.
Tembang yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga itu adalah tembang Lir Ilir yang menjadi tembang media dakwah Sunan Kalijaga yang terkait dengan bangkit dari keterpurukan serta hilangkan sifat malas.
Baca Juga: 'Gusjigang' Sebuah Wasiat Sunan Kudus yang Punya Makna Mendalam untuk Mengubah Hidup
Lir Ilir diciptakan Sunan Kalijaga pada abad ke 16 dengan menggabungkan seni dan budaya Jawa dengan liriknya yang mendayu-dayu dan berisi nasehat sehingga kerap dinyanyikan hingga saat ini.
Melalui liriknya, tembang Lir Ilir mengajarkan tentang semangat juang, pertumbuhan, dan perbaikan diri secara kontinu.
Seperti dilansir Sketsa Nusantara.id dari kanal YouTube Abram bR, dalam lagu Lir Ilir ciptaan Sunan Kalijaga, manusia dilambangkan sebagai tanaman yang sedang bersemi dan berwarna hijau.
Pohon belimbing dengan buah yang berbentuk seperti bintang dengan 5 ujung adalah kiasan untuk rukun Islam yang berjumlah 5.
Tembang ini berisi ajaran agar diri manusia yang dilambangkan sebagai tanaman dalam diri kita bisa tumbuh besar sehingga sebagai manusia kita akan seperti pengantin baru yang tengah berbahagia.
Lebih jelasnya mari kita simak lirik utuh dari Tembang Lir Ilir ciptaan Sunan Kalijaga.
Lirik tembang Lir Ilir
Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar