SketsaNusantara.id - Awal bulan Dzulhijjah selalu menjadi hari-hari paling berharga bagi umat Islam.
Bagaimana tidak, bulan Dzulhijjah memiliki amalan-amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW dan sahabat untuk dilakukan sebagai penyempurna ibadah.
Amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW di atas berada pada keutamaan 10 hari awal bulan Dzulhijjah.
Baca Juga: 5 Peninggalan Sunan Kalijaga dalam Bentuk Fisik, Masih Terawat Baik Hingga Sekarang!
Limpahan pahala akan mengalir bagi seorang muslim jika seluruh amalan dapat dikerjakan.
Seperti dinyatakan dalam hadits riwayat Ahmad, yang berbunyi:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah). Karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya (HR Ahmad).
Baca Juga: Simak Baik-Baik! Inilah 5 Bentuk Larangan yang Harus Dilakukan Saat Melakukan Ibadah Qurban
Dari hadits riwayat tersebut diketahui keutamaan bulan Dzulhijjah berada di amalan pada 10 hari pertamanya.
Lalu, apa amalan-amalan yang dianjurkan di awal bulan Dzulhijjah?
SketsaNusantara.id bagikan amalan-amalan sholeh pada awal bulan Dzulhijjah, sebagai berikut:
1. Menunaikan puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah.