SketsaNusantara.id - Momen ulang tahun Vidi Aldiano ke-36 diperingati dengan penuh makna. Keluarga serta para sahabat dan penggemar yang tergabung dalam Vidies melakukan ziarah ke makam sang musisi di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Acara berlangsung haru dengan melakukan doa bersama, disertai tabur bunga mawar biru, hingga pemotongan kue, guna mengenang kebaikan almarhum.
Kedua orang tua Vidi, Harry Kiss dan Besbarini, hadir bersama ratusan penggemar yang kompak mengenakan baju bernuansa biru, warna kesukaan Vidi.
Selain doa bersama, keluarga dan fans mengenang Vidi dengan menyanyikan lagu, membawa kue ulang tahun, dan menyebarkan bunga di pusara sebagai bentuk cinta dan kerinduan mendalam.
Momen spesial ini menyita perhatian publik, mengingat Vidi dikenal sebagai sosok publik figur dengan kepribadian yang hangat dan ramah, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang.
Namun di balik itu, muncul pula pertanyaan di tengah masyarakat, bagaimana sebenarnya cara yang tepat memperingati hari lahir seseorang yang telah wafat menurut ajaran Islam?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Muhammadiyah, merayakan ulang tahun orang yang sudah meninggal pada dasarnya tidak dianjurkan dalam Islam.
Islam tidak mengenal tradisi perayaan kematian atau peringatan ulang tahun bagi seseorang yang sudah wafat. Tindakan ini dianggap sebagai meniru budaya luar yang dikategorikan sebagai bid'ah dan sebaiknya dihindari untuk dilakukan.
Meski demikian, apa yang dilakukan keluarga dan para penggemar Vidi tidak sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Hari lahir Vidi diperingati dengan cara sederhana melalui ziarah dan doa bersama, bukan perayaan pesta yang berlebihan, ternyata merupakan cara terbaik dalam ajaran Islam untuk mengenang kebaikan almarhum.
Dalam ajaran Islam, cara terbaik mengenang orang yang telah wafat adalah dengan mendoakan serta menghadiahkan amal shalih dengan menebar kebaikan.