SketsaNusantara.id – Amalan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting bagi umat Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap ulama biasanya memiliki amalan khas yang diajarkan kepada para jamaahnya. Salah satunya adalah Gus Baha, yang dikenal dengan gaya dakwahnya sederhana namun penuh makna.
Ulama yang memiliki nama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini kerap membagikan amalan ringan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, amalan yang ia ajarkan tidak rumit, namun memiliki nilai spiritual yang mendalam jika dilakukan secara istiqamah.
Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Gus Baha adalah memperbanyak shalawat. Ia menekankan pentingnya membaca shalawat sebagai bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW, bukan semata-mata untuk meminta sesuatu. Dalam salah satu pengajiannya, ia menyarankan agar umat lebih banyak bershalawat dibandingkan berdoa panjang.
Gus Baha bahkan memberikan perbandingan sederhana, seperti membaca 100 kali shalawat dan hanya menyisipkan satu baris doa. Menurutnya, cara ini lebih menunjukkan ketulusan dalam beribadah serta mengedepankan rasa cinta kepada Rasulullah.
Dilansir SketsaNusantara.id dalam Youtube Dawuh Sesepuh, shalawat yang sering dibaca oleh Gus Baha adalah karya Habib Ali al-Habsyi yang terdapat dalam kitab “Simtud Durar”. Shalawat tersebut dikenal luas di kalangan pesantren dan memiliki nilai historis serta spiritual yang tinggi.
Selain shalawat, amalan kedua yang sering diamalkan adalah doa pendek yang memiliki makna mendalam. Doa tersebut berbunyi, “Subhanallah wabihamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho nafsihi, wazinati ‘arsyihi.” Doa ini mengandung pujian kepada Allah SWT dengan jumlah yang tak terhingga, mengikuti jumlah makhluk-Nya serta keagungan-Nya.
Menurut Gus Baha, doa yang sederhana namun konsisten dibaca justru memiliki dampak yang besar bagi ketenangan hati. Ia menekankan bahwa kualitas doa tidak selalu ditentukan oleh panjangnya bacaan, tetapi oleh keikhlasan dan konsistensi dalam mengamalkannya.
Amalan ketiga yang diajarkan adalah doa yang dibaca saat sholat tahajud. Doa tersebut berisi permohonan untuk umat Nabi Muhammad SAW agar diberikan rahmat, ampunan, serta perbaikan kehidupan. Bacaan ini menunjukkan kepedulian tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada sesama umat.
Melalui amalan ini, Gus Baha mengajak umat Islam untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi, bahkan dalam doa. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kebersamaan dan saling mendoakan.
Fenomena amalan ringan seperti yang diajarkan Gus Baha menunjukkan bahwa praktik ibadah tidak selalu harus berat atau rumit. Justru dengan amalan sederhana, seseorang bisa lebih konsisten dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, amalan ringan ini menjadi solusi praktis bagi banyak orang untuk tetap menjaga hubungan spiritual. Selain memberikan ketenangan batin, amalan tersebut juga menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.