SketsaNusantara.id – Upaya untuk keluar dari kesulitan ekonomi sering kali menjadi perjuangan panjang bagi banyak orang. Berbagai cara dilakukan, mulai dari bekerja keras hingga mencari peluang usaha baru. Namun, dalam perspektif spiritual, ikhtiar tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui pendekatan batiniah.
Salah satu pandangan tersebut disampaikan oleh Gus Iqdam, ulama Blitar. Dalam sebuah ceramahnya, pendakwah muda asal Blitar itu membagikan ijazah amalan yang diyakini dapat membantu seseorang terhindar dari kemiskinan.
Menurut Gus Iqdam, hidup berkecukupan tidak hanya bergantung pada usaha duniawi, tetapi juga harus diiringi dengan kedekatan kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja keras dan doa sebagai bagian dari ikhtiar manusia.
Dalam ceramah yang beredar di media sosial, Gus Iqdam mengajak umat Islam untuk rutin membaca salah satu kalimat thayyibah, yakni “Lailahaillallah al malikul haqqul mubin,” yang memiliki arti “Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang Maha Benar dan Nyata.”
Ia menyebutkan, jika kalimat tersebut dibaca secara istiqamah sebanyak 100 kali setiap hari, maka dengan izin Allah SWT seseorang akan dijauhkan dari kefakiran. Amalan ini disebut sebagai salah satu bentuk dzikir yang dapat membuka pintu rezeki.
“Setiap hari jika membaca kalimat tersebut seratus kali, insyaallah akan dijauhkan dari kemiskinan,” demikian pesan yang disampaikan dalam ceramahnya, dilansir SketsaNusantara.id dari Tiktok @setjon_
Meski demikian, Gus Iqdam juga mengingatkan bahwa amalan tersebut bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapatkan rezeki. Ia menegaskan bahwa setiap doa dan dzikir harus dibarengi dengan usaha nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, manusia memiliki kewajiban untuk terus berikhtiar, sementara hasil akhir sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu, sikap optimistis dan kerja keras tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan ekonomi.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap amalan-amalan spiritual menunjukkan bahwa banyak orang mulai mencari ketenangan batin di tengah tekanan hidup modern. Dzikir dan doa dinilai mampu memberikan ketenangan sekaligus harapan baru bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Namun demikian, para ulama juga sering mengingatkan agar masyarakat tidak memahami amalan secara instan. Rezeki tidak selalu datang dalam bentuk materi, tetapi juga bisa berupa kesehatan, ketenangan, dan kemudahan dalam menjalani hidup.
Apa yang disampaikan Gus Iqdam menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara usaha lahir dan batin sangat penting. Selain bekerja keras, memperkuat hubungan spiritual diyakini dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih baik.