Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Nahdlatul Ulama (NU) Online, dijelaskan pula bahwa seseorang yang wafat dalam keadaan sakit juga termasuk mati syahid akhirat.
Jemaah yang meninggal di Depok juga terbilang mati syahid. Meski almarhum punya riwayat sakit jantung, namun ia tetap menjalankan sholat tarawih ke masjid.
Seperti yang dijelaskan dalam Hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu korban meninggal karena wabah tha'un (penyakit), korban meninggal karena sakit perut, korban tenggelam, korban reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah," (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu, dalam beberapa hadits sahih, dijelaskan bahwa setiap langkah menuju masjid juga bernilai besar di sisi Allah hingga disiapkan tempat di surga.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berangkat ke masjid di waktu pagi atau sore, maka Allah menyiapkan baginya tempat di surga setiap kali ia berangkat pagi atau sore."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW juga bersabda, "Barangsiapa berjalan ke masjid untuk salat berjamaah, maka setiap langkahnya akan dihapus satu dosa dan diangkat satu derajat.”
(HR. Muslim)
Dengan demikian banyak keutamaan yang diperoleh almarhum yang terbilang mati syahid saat sakit dan wafat saat sedang menjalankan ibadah shalat) berjamaah di masjid yang menunjukkan husnul khatimah hingga jaminan masuk surga.
Meskipun wafat saat shalat adalah isyarat positif, kepastian seorang muslik masuk surga sepenuhnya hanya Allah SWT yang mengetahui. Namun, wafat dalam keadaan shalat merupakan tanda yang sangat kuat akan akhir hayat yang diridhai. Wallahua'lam bishawab.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini