SketsaNusantara.id - Amalan setelah sholat Subuh kerap menjadi perhatian umat Muslim.
Waktu fajar diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Banyak wirid dianjurkan dibaca pada waktu tersebut.
Dalam tradisi pesantren, amalan pagi disampaikan secara turun-temurun. Beberapa kiai besar memberikan ijazah wirid tertentu. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan spiritual dan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Amalan Rumah Aman dari Maling dan Diberi Rezeki, Wirid Ijazah dari Abah Guru Sekumpul
Salah satu amalan yang dikenal luas dinukil dari KH Maimoen Zubair. Ulama kharismatik ini dikenal dengan nasihat sederhana namun bermakna. Ajarannya sering berkaitan dengan ketenangan hidup.
Amalan ini dibaca setelah sholat Subuh di waktu fajar. Bacaan tersebut dibaca sebanyak 100 kali secara istiqamah. Wirid ini diyakini membawa dampak pada kelapangan rezeki.
Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345, bacaan wirid yang dimaksud berbunyi sebagai berikut.
Baca Juga: Amalan di Tahun Baru Masehi Tepat di Tanggal 1 Januari, Bacaan ini Disebut Raih Sejuta Pahala
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Bacaan latin dari wirid tersebut adalah:
Subḥānallāhi wa biḥamdihī, subḥānallāhil ‘aẓīm, astaghfirullāh.
Adapun terjemahan maknanya dalam bahasa Indonesia yaitu:
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memohon ampun kepada Allah.”
Wirid ini mengandung unsur tasbih, tahmid, dan istighfar. Ketiganya dikenal sebagai bentuk dzikir utama dalam Islam. Dzikir tersebut kerap dianjurkan dalam berbagai riwayat keutamaan.