SketsaNusantara.id - Pergantian Tahun Baru Masehi kerap diisi berbagai aktivitas masyarakat.
Sebagian orang merayakannya dengan hiburan dan keramaian. Sebagian lainnya memilih mengisi malam tersebut dengan amalan tertentu.
Dalam tradisi keagamaan, terdapat amalan yang dianjurkan untuk dibaca saat momen pergantian waktu.
Amalan ini dibaca tepat pada pukul 00.00. Waktu tersebut disebut sebagai saat banyak orang berada dalam kelalaian.
Salah satu amalan yang dikenal berkaitan dengan malam Tahun Baru Masehi adalah bacaan tauhid. Amalan ini dinukil dari keterangan ulama. Bacaan dilakukan pada awal pergantian tahun.
Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345, Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih menjelaskan keutamaan bacaan tersebut.
Baca Juga: Amalan Gus Kautsar saat Ziarah ke Kuburan Orang Tua, Menenangkan Hati dan Menjaga Iman
Penjelasan ini banyak disampaikan dalam kajian dan catatan keagamaan. Amalan ini ditujukan untuk dibaca secara pribadi.
Bacaan yang dimaksud adalah kalimat tauhid dan shalawat kepada Rasulullah. Bacaan tersebut dibaca dengan jumlah tertentu. Waktu pelaksanaannya disebutkan tepat pada pukul 00.00.
Lafal bacaan pertama berbunyi:
لَا إِلٰهَ إِلَّا الله
Lā ilāha illallāh
Terjemahan: Tidak ada Tuhan selain Allah
Bacaan ini dibaca sebanyak tiga kali. Setelah itu dilanjutkan dengan bacaan shalawat kepada Rasulullah. Bacaan shalawat tersebut dibaca satu kali.