SketsaNusantara.id - Ismul A’dzam dikenal dalam tradisi Islam sebagai nama Allah yang paling agung. Istilah ini sering dikaitkan dengan doa yang diyakini memiliki keutamaan.
Pembahasan mengenai Ismul A’dzam banyak beredar dalam literatur keislaman.
Dalam sejumlah riwayat dan kisah populer, Ismul A’dzam dinisbatkan pada peristiwa luar biasa. Salah satu kisah yang sering disebut adalah tentang Ashif Barkhiya.
Baca Juga: Amalan Gus Kautsar saat Ziarah ke Kuburan Orang Tua, Menenangkan Hati dan Menjaga Iman
Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki ilmu dari Kitab.
Kisah Ashif Barkhiya tercantum dalam penafsiran atas ayat Al-Qur’an. Ia disebut mampu memindahkan singgasana Ratu Bilqis.
Peristiwa tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Dalam tradisi lisan dan pengajian, Ismul A’dzam juga dikaitkan dengan amalan para wali. Bacaan tertentu dikenal luas di kalangan umat Islam. Bacaan ini kerap diamalkan ketika memiliki hajat besar.
Salah satu bacaan yang sering disampaikan berasal dari Abah Guru Sekumpul. Ulama kharismatik dari Kalimantan Selatan ini dikenal luas oleh masyarakat. Ajarannya banyak dicatat dan disebarkan oleh murid-muridnya.
Bacaan yang dinisbatkan sebagai Ismul A’dzam tersebut disampaikan secara sederhana. Lafaznya pendek dan mudah diingat. Bacaan ini kerap diamalkan secara berulang.
Abah Guru Sekumpul menyampaikan bacaan tersebut dalam berbagai kesempatan. Bacaan ini dikenal luas melalui catatan pengajian. Banyak jamaah mengamalkannya dalam doa pribadi.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @jumunah7345, berikut bacaan yang dinukil dari Abah Guru Sekumpul. “Ya Hayyum Ya Qayyum (3x) Ya ilahana wa ilaha kulli syai'in ilahan Wahidan la llaha illa anta.” Bacaan ini disampaikan tanpa tambahan lafaz lain.
Dalam penjelasan yang beredar, bacaan tersebut diamalkan sebelum berdoa. Tujuannya adalah memohon kemudahan kepada Allah. Bacaan ini sering dikaitkan dengan permohonan hajat besar.