SketsaNusantara.id - Sebuah amalan zikir yang dinisbatkan kepada Abah Guru Sekumpul banyak dibahas oleh jamaah dan pengikutnya. Amalan tersebut berisi pembacaan kalimat tauhid sebanyak 360 kali setiap hari.
Bacaan itu dinyatakan sebagai bagian dari dzikir harian yang dinisbatkan kepada Abah Guru Sekumpul.
Pengikutnya menyebut bahwa amalan ini berkaitan dengan upaya menjaga ketenangan batin dan kedekatan spiritual.
Dalam sejumlah catatan yang beredar, amalan itu disampaikan dengan bacaan khusus.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @juminah7345, bacaan tersebut adalah kalimat tauhid yang dibaca dalam bentuk lengkap. Adapun jumlah 360 kali dianggap sebagai bagian dari rutinitas harian yang dianjurkan oleh para murid di majelis terkait.
Kalimat yang dibaca dalam amalan itu adalah lafaz:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ ٱللَّٰهِ صَلَّى ٱللَّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Penjelasan dalam catatan tersebut menyebutkan bahwa bacaan itu diucapkan dengan lafal “Laa illaha illallah, Muhammadur Rasullullah shalallahu 'alaihi wa Sallam”.
Kalimat itu merujuk pada keyakinan para pengikut mengenai manfaat zikir harian. Penjelasan tersebut biasanya berada dalam format anjuran ibadah pribadi yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Jamaah yang mengikuti amalan itu menyampaikan bahwa rutinitas ini dianggap sebagai bagian dari praktik spiritual yang telah lama berlangsung dalam tradisi majelis tersebut.
Nisbat amalan ini kepada Abah Guru Sekumpul didasarkan pada sejumlah publikasi jamaah yang menyimpan dokumentasi kegiatan pengajian.
Dalam beberapa penjelasan, amalan ini termasuk dalam rangkaian bacaan yang umum ditemukan dalam majelis tersebut. Pengikutnya menyampaikan bahwa amalan tersebut diwariskan melalui penjelasan lisan dan catatan yang disebarkan di kalangan internal.
Praktik pembacaan 360 kali itu dilakukan secara berulang sebagai bagian dari rutinitas. Informasi yang beredar menjelaskan bahwa bacaan tersebut menjadi bagian dari zikir harian yang dianjurkan untuk diamalkan secara konsisten.
Penjelasan ini membantu jamaah memahami konteks amalan dalam kerangka ibadah rutin.