SketsaNusantara.id - Amalan tertentu kerap dirujuk masyarakat sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang berkembang di berbagai daerah. Salah satu amalan itu dikenal sebagai pembacaan Asma Ya Ghani.
Amalan ini banyak yang mengaitkannya dengan Abah Guru Sekumpul. Informasi ini tersebar melalui berbagai kalangan, termasuk para pengikutnya yang menyampaikan ulang ajaran beliau.
Pembacaan Asma Ya Ghani disebut dilakukan pada waktu tertentu. Keterangan yang banyak beredar menyebut amalan ini dilaksanakan pada malam Jumat.
Ajaran tersebut dinarasikan oleh sejumlah tokoh yang menjelaskan kembali apa yang mereka terima dari para guru terdahulu.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345, amalan tersebut dilakukan dengan pengulangan sejumlah tertentu. Pembacaan dilakukan sebanyak seribu kali dalam satu malam.
Keterangan ini telah disebarkan kembali oleh banyak jamaah yang merujuk pada penjelasan Abah Guru Sekumpul.
Salah satu kutipan yang disampaikan adalah sebagai berikut. “Apabila mengamalkan asma يَا غَنِيُّ (Ya Ghani) tiap malam Jum'at 1000 kali, niscaya di berikan Allah kekayaan." Kutipan itu dinisbahkan kepada Abah Guru Sekumpul.
Narasi mengenai amalan tersebut kemudian diulas ulang oleh berbagai kalangan tanpa mengubah susunan kalimatnya.
Keterangan mengenai amalan itu dipahami sebagai bagian dari tradisi pembacaan asmaul husna. Pembacaan Ya Ghani dikenal dalam beberapa praktik zikir yang menekankan ketekunan serta konsistensi.
Dalam berbagai tradisi, pembacaan dilakukan dengan jumlah tertentu sebagai bagian dari tata cara yang telah diajarkan turun-temurun. Penjelasan mengenai jumlah bacaan dalam ajaran ini mengikuti praktik yang dinarasikan oleh pengamal sebelumnya.
Dalam penyebarannya, amalan Ya Ghani sering dikaitkan dengan permohonan rezeki. Keterangan tersebut beredar di berbagai kalangan masyarakat. Istilah kekayaan dalam kutipan itu disampaikan sebagaimana adanya dan tidak dirinci dalam penjelasan tambahan.