SketsaNusantara.id - Banyak orang mencari cara agar lebih cepat memahami pelajaran dan menguatkan hafalan.
Proses mempelajari ilmu sering menuntut fokus, ketekunan, dan kebiasaan yang konsisten. Upaya ini biasanya ditempuh melalui latihan, membaca ulang, serta disiplin belajar.
Menariknya, amalan tertentu juga dijadikan sarana untuk menjaga ketenangan pikiran saat menuntut ilmu.
Di beberapa lingkungan pesantren dan majelis taklim, amalan yang dibaca secara rutin diyakini membantu menjaga disiplin belajar. Amalan tersebut dianggap sebagai bentuk ikhtiar agar lebih mudah mengingat.
Tradisi ini diwariskan dari guru kepada murid dan dipraktikkan sebagai bagian dari adab dalam menuntut ilmu. Meski setiap orang memiliki kemampuan berbeda, banyak santri mempertahankan amalan tertentu sebagai kebiasaan harian.
Salah satu amalan yang populer dikenal melalui ajaran Abah Guru Sekumpul adalah bacaan pendek yang dilakukan setiap hari. Beliau menyampaikan amalan tersebut sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam memperkuat hafalan.
Dalam sumber yang dikutip dari unggahan akun Instagram @juminah7345, terdapat kalimat langsung yang sering dikutip dari beliau.
Kutipan itu berbunyi: “Amalan agar hafal segala ilmu baca: يا مبدئ يا خالق Ya mubdi'un Ya Khaliq Dibaca 100 kali sehari semalam.”
Bacaan tersebut terdiri dari dua asma, yaitu Ya Mubdi’ dan Ya Khaliq. Keduanya merupakan bagian dari Asmaul Husna yang dikenal dalam tradisi Islam.
Baca Juga: Tunaikan Sholat Jumat di Raudhah Madinah, Wanda Hara: Amalan Apa yang Sudah Aku Perbuat?
Bacaan ini diamalkan dengan pengulangan sebanyak 100 kali dalam sehari semalam. Tradisi tersebut dilakukan secara konsisten oleh banyak pengikut Abah Guru Sekumpul, terutama oleh para murid yang ingin menjaga hafalan.