SketsaNusantara.id - Amalan dalam sujud sering menjadi perhatian bagi banyak umat. Setiap bacaan yang dibawa dalam sujud biasanya mengandung permohonan tertentu.
Salah satu amalan yang banyak dibicarakan ialah amalan sujud terakhir yang dikaitkan dengan pesan Abah Guru Sekumpul.
Bacaan ini disampaikan sebagai bentuk permohonan petunjuk bagi siapa pun yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sujud dianggap sebagai posisi paling rendah sekaligus paling dekat dengan Sang Pencipta. Banyak nasihat yang mengaitkan sujud dengan penyucian hati dan permohonan pertolongan.
Amalan sujud terakhir yang disebutkan dalam ajaran ini dipahami sebagai ikhtiar memohon bimbingan.
Bacaan yang digunakan sudah dikenal luas oleh umat Muslim, sehingga mudah diterapkan dalam ibadah.
Baca Juga: Tunaikan Sholat Jumat di Raudhah Madinah, Wanda Hara: Amalan Apa yang Sudah Aku Perbuat?
Amalan sujud terakhir ini memakai ayat pendek yang sudah akrab dalam berbagai doa. Ayat tersebut berisi permohonan agar manusia dituntun menuju jalan yang lurus.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @juminah7345, ayat ini menjadi inti dari permintaan seorang hamba.
Bacaan tersebut dipilih karena maknanya mencakup permohonan yang halus dan sederhana. Ajaran ini menekankan pengulangan yang dilakukan dengan penuh kesadaran.
Dalam ajaran ini disebutkan bacaan Arab “اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ” yang dibaca 7 kali. Bacaan tersebut memiliki makna permohonan kepada Tuhan agar diberi jalan yang lurus. Dalam penjelasan Abah Guru Sekumpul, amalan ini dikaitkan dengan keyakinan terhadap petunjuk yang diberikan Tuhan.
Beliau menyampaikan, "Ihdinash shiroothol Mustaqim, dibaca 7 kali minta dengan Tuhan waktu sujud insyaallah.. kamu kasyaf dua duanya diberi Tuhan."
Kalimat tersebut menjadi rujukan bagi banyak jamaah yang ingin memperdalam amalan tersebut.