SketsaNusantara.id - Nasihat tentang kehidupan dunia dan akhirat selalu menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan masyarakat Nusantara.
Banyak ulama memberi pesan yang mengarah pada pemahaman tentang tujuan hidup. Pesan semacam ini sering disampaikan dalam bentuk poin-poin sederhana agar mudah diingat oleh jamaah.
Salah satu pesan yang kembali dibicarakan berasal dari Abah Guru Sekumpul.
Dalam berbagai catatan yang beredar di kalangan jamaah, beliau menyampaikan nasihat tentang sikap hidup.
Pesan tersebut berisi lima poin yang menyinggung cara manusia memandang dunia dan akhirat. Nasihat itu diwariskan dalam bentuk kalimat yang langsung dan mudah dipahami.
Penyampaiannya dilakukan untuk mengingatkan jamaah agar tidak melupakan tujuan akhirnya.
1. Jangan Mengumpulkan Makanan yang Tidak akan Dimakan
Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345, dalam salah satu penyampaiannya, beliau menuturkan pesan pertama dengan kalimat,
“Janganlah mengumpulkan makanan yang tidak kalian makan.” Kalimat ini disampaikan untuk mengingatkan agar manusia tidak berlebihan dalam mencari sesuatu.
Pesan itu ditujukan kepada siapa saja yang memiliki kecenderungan menyimpan sesuatu tanpa tujuan yang jelas. Dalam tradisi keagamaan, sikap berlebihan sering dipandang sebagai hal yang harus diwaspadai.
2. Jangan Membangun Rumah yang Tidak Ditempati
Pesan kedua yang beliau sampaikan adalah larangan membangun rumah yang tidak ditempati. Pesan tersebut menjadi peringatan agar manusia memperhatikan prioritas hidupnya.
Banyak penjelasan yang berkembang di masyarakat bahwa nasihat itu mengingatkan agar manusia tidak menaruh perhatian berlebihan pada hal yang tidak bermanfaat. Pesan semacam ini telah lama menjadi bagian dari nasihat ulama di berbagai daerah.