religi

Jangan Tertipu Dunia! Inilah 7 Nasihat Abah Guru Sekumpul tentang Lelahnya Mengejar yang Fana

Senin, 3 November 2025 | 21:00 WIB
Amalan dari Abah Guru Sekumpul. (freepik.com/jcomp)

Baca Juga: Saat Orang Pingsan, Jangan Panik! Bacalah Doa dari Abah Guru Sekumpul dan Tiupkan ke Air, Begini Penjelasan dan Maknanya

3. Utamakan Akhirat, Maka Dunia Ikut Menyusul

Dalam petuah ketiganya, Abah Guru Sekumpul menegaskan bahwa mengutamakan akhirat justru membuat dunia dan akhirat didapatkan sekaligus. Pandangan ini selaras dengan banyak ayat dan hadis yang menekankan keseimbangan: dunia sebagai sarana, bukan tujuan.

4. Dunia Penuh Tipu Daya

Petuah berikutnya berbunyi, “Dunia itu kejam dengan tipu dayanya.”

Pesan ini menggambarkan bahwa di balik gemerlapnya dunia, terdapat jebakan yang bisa menyesatkan hati manusia. Kekuasaan, popularitas, dan harta sering kali menjadi pintu masuk ke dalam kesombongan dan kelalaian.

5. Keindahan Dunia Hanyalah Fatamorgana

Dalam nasihat kelima, Abah Guru Sekumpul mengingatkan bahwa keindahan dunia hanyalah fatamorgana. Ia tampak memesona, tetapi tak memiliki hakikat kekal. Segala hal yang tampak indah di dunia ini akan sirna, menyisakan kesadaran bahwa yang abadi hanyalah akhirat.

6. Kekejaman Dunia Adalah Kenyataan

Petuah keenam berbunyi, “Kekejamannya adalah kenyataan.”

Kalimat ini menegaskan realitas keras kehidupan dunia: tak ada jaminan kebahagiaan abadi, bahkan bagi mereka yang berkuasa atau berharta. Dunia memperlihatkan wajah aslinya melalui penderitaan, kehilangan, dan kefanaan.

7. Dunia Hanyalah Ujian, Akhirat Balasannya

Petuah terakhir menyimpulkan seluruh pesan sebelumnya:

“Dunia hanyalah ujian, siapa yang lulus, akhiratlah balasannya.”

Dalam pandangan Abah Guru Sekumpul, kehidupan dunia adalah tempat ujian untuk mengukur keteguhan iman. Mereka yang sabar, jujur, dan ikhlas akan menerima ganjaran di akhirat kelak.

Halaman:

Tags

Terkini