Sholawat dalam ajaran Islam memang memiliki posisi istimewa. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, sholawat juga dipercaya membawa ketenangan, melapangkan hati, serta menghapus kesedihan.
Dalam konteks amalan ini, keyakinan menjadi unsur utama. Sebab sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama, doa tanpa keyakinan ibarat tubuh tanpa ruh.
Ajaran Abah Guru Sekumpul mengingatkan bahwa sumber kesembuhan sejati bukan berasal dari benda atau ramuan, melainkan dari izin dan kasih sayang Allah SWT.
Sholawat ini menjadi simbol penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sembari meneladani keagungan Rasulullah SAW.
Sholawat dan Tradisi Penyembuhan dalam Islam
Dalam sejarah Islam, banyak riwayat yang menunjukkan bahwa shalawat memiliki hubungan erat dengan penyembuhan. Beberapa hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri sering mendoakan orang sakit dengan penuh kasih.
Kalimat “riquhu dawa’un” dalam doa yang diajarkan Abah Guru Sekumpul bermakna “air liurnya (Rasulullah) adalah obat,” yang mengandung makna simbolik tentang berkah dan kesucian Nabi.
Praktik menelan air liur setelah membaca doa ini bukanlah ritual fisik semata, tetapi ekspresi dari kepercayaan bahwa setiap makhluk memiliki unsur keberkahan jika disertai zikir dan shalawat.
Hal ini sejalan dengan pandangan spiritualitas Islam yang menempatkan tubuh, hati, dan ruh dalam satu kesatuan ibadah.
Warisan Keilmuan dan Keteladanan Abah Guru Sekumpul
Abah Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dikenal luas sebagai ulama karismatik yang hidupnya penuh dengan nasihat tentang cinta kepada Nabi dan sesama manusia.
Ajarannya yang sederhana sering kali menjadi pengingat agar umat tidak jauh dari nilai-nilai zikir, kesabaran, dan ketulusan.
Amalan sholawat yang beliau ajarkan ini kini menjadi bagian dari zikir harian bagi banyak jamaahnya.
Di berbagai majelis, doa ini dibacakan dengan penuh penghayatan sebagai bentuk tawasul dan harapan akan kesembuhan. Selain menjadi sarana spiritual, amalan ini juga memperkuat hubungan emosional umat kepada Rasulullah SAW.