Keempat, mereka yang bangun di sepertiga malam untuk sholat tahajud. Amalan ini dikenal berat, tapi memiliki keutamaan luar biasa.
Dalam keheningan malam, doa-doa mereka dikabulkan, dan nur keikhlasan terpancar dari wajahnya. Orang-orang seperti ini memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah karena mampu menyingkirkan kantuk demi beribadah.
Kelima, mereka yang bibirnya basah karena sering bersholawat. Amalan ini menjadi simbol cinta kepada Nabi Muhammad Saw dan bentuk pengingat terus-menerus kepada Allah.
Keenam, mereka yang membaca doa saat bercermin: “Allahumma kamaa hasanta khalqy fahassin khuluqy.” Doa ini bermakna memohon agar Allah memperindah akhlak sebagaimana telah memperindah rupa.
Amalan sederhana ini mengajarkan bahwa kecantikan sejati bukan pada wajah, melainkan pada budi pekerti dan kebersihan hati.
Enam amalan tersebut bukan perkara besar, tetapi memiliki dampak mendalam bagi kehidupan spiritual. Siapa pun dapat melakukannya tanpa memandang usia, status, atau latar belakang. Ketenangan batin, kesucian hati, dan kedekatan kepada Allah menjadi kunci dari wajah yang bercahaya kelak di akhirat.
Wajah yang bersinar bukanlah hasil dari usaha duniawi, tetapi buah dari keikhlasan, ketaatan, dan cinta kepada Sang Pencipta. Seperti nasihat para ulama, cahaya di akhirat lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan niat besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!