SketsaNusantara.id - Ali Bin Abi Thalib, seorang khalifah yang dikenal karena kebijaksanaan dan keteguhan prinsipnya, pernah menyampaikan wasiat penting tentang perubahan manusia.
Wasiat ini bukan sekadar nasihat, melainkan pengingat yang berlaku sepanjang zaman.
Beliau menegaskan bahwa ada kondisi tertentu yang mampu menguji akhlak seseorang hingga terlihat sejati siapa dirinya.
Dalam perjalanan hidup, manusia kerap menghadapi keadaan yang tidak terduga. Perubahan nasib bisa terjadi sewaktu-waktu.
Ada yang tetap teguh pada prinsip, namun tidak sedikit yang goyah saat diuji.
Wasiat dari Ali Bin Abi Thalib menjelaskan dengan sederhana, namun sarat makna, tentang momen ketika akhlak manusia diuji.
“Manusia itu mudah berubah dalam tiga keadaan: saat dekat dengan pengusaha, saat memegang jabatan, dan saat mendadak kaya raya,” dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345.
1. Dekat dengan Pengusaha
Saat seseorang dekat dengan pengusaha atau orang yang memiliki harta, kecenderungan untuk berubah sangat besar.
Rasa kagum bisa berkembang menjadi keinginan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Tidak jarang, kedekatan itu membuat seseorang rela merendahkan diri atau meninggalkan prinsip.