Zikir ini merupakan salah satu Asmaul Husna yang berarti “Yang Maha Memelihara”.
Dengan menyebut nama Allah ini secara berulang, diharapkan barang yang hilang dapat dijaga dan dikembalikan oleh-Nya.
Kedua, setelah membaca Ya Hafidz, lanjutkan dengan membaca potongan ayat dari Surat Luqman ayat 16:
يٰبُنَيَّ اِنَّهَآ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُۗ
Ayat ini mengingatkan bahwa sebesar apapun sesuatu, bahkan seberat biji sawi, jika tersembunyi di langit atau bumi, Allah akan mendatangkannya.
Ketiga, tata cara pelaksanaannya tidak boleh diabaikan. Pastikan dalam keadaan berwudhu, menghadap kiblat, dan mengawali bacaan dengan basmalah. Sikap khusyuk dan hati yang bersih sangat dianjurkan dalam mengamalkan doa ini.
Amalan ini bukanlah jaminan mutlak bahwa barang akan kembali, namun merupakan ikhtiar spiritual yang mengandalkan pertolongan Allah.
Selebihnya, seseorang tetap perlu melakukan upaya lahir seperti mencari, menanyakan pada orang sekitar, atau melapor ke pihak berwenang jika perlu.
Bagi sebagian orang, mengamalkan doa dan zikir ini membawa ketenangan hati. Saat kehilangan barang, yang paling utama adalah menjaga kesabaran dan keyakinan bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Mengatur segala sesuatu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!