SketsaNusantara.id - Banyak yang mengatakan, malam Lailatul Qadar tidak diketahui, tetapi Hari Arafah sudah pasti jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sejak Rabu malam tanggal 4–5 Juni 2025 tahun ini.
Oleh sebab itu, jangan sia-siakan hari ini untuk mohon ampun dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya.
Cukup umum diketahui bahwa Hari Arafah dikenal sebagai hari pengampunan besar. Hari ini sebaiknya umat Muslim manfaatkan untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah Swt.
Baca Juga: 5 Amalan Sunnah yang Dianjurkan Dilakukan Saat Menjalankan Sholat Idul Adha
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada hari ini adalah berpuasa karena dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. Sebagian besar ulama sepakat bahwa dosa yang dimaksud merupakan dosa-dosa kecil.
Akan tetapi, bagi yang terhalang untuk puasa entah karena haid bagi perempuan, sakit, atau belum lunas membayar utang puasa Ramadan, jangan khawatir.
Amalan untuk Hari Arafah tidak terikat pada puasa dan berangkat haji saja. Berikut beberapa di antaranya yang sudah SketsaNusantara.id kumpulkan dari berbagai sumber.
Perbanyak Dzikir
Salah satu amalan Hari Arafah selain puasa yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir.
Ada banyak dzikir yang bisa dibaca pada hari tersebut, tetapi Rasulullah Saw. mengutamakan untuk membaca kalimat berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي قَلْبِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَمِنْ سَيِّئَاتِ الْأُمُورِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَشَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai’in qadîr. Allâhummaj‘al fî sam‘î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi’âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ’iqid dahri.