Menurut Buya ada prioritas yang harus didahulukan, tergantung faktor apa yang mempengaruhi orang tersebut sehingga memiliki hutang puasa Ramadhan.
"Jika seseorang mempunyai kewajiban hutang puasa, dianjurkan untuk menyelesaikan hutangnya terlebih dahulu sebelum puasa sunnah," ungkap Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Al-Bahjah TV, 28 Juli 2020.
Buya Yahya menyebutkan bahwa ada prioritas antara amalan sunnah dan amalan wajib sebelum dilaksanakan.
Apabila masih memiliki hutang puasa Ramadhan atau belum meng-qadha, bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah.
Di bulan Dzulhijjah ada amalan sunnah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang hanya datang setahun sekali.
"Cuma yang lebih baik adalah bayar utangmu terlebih dahulu, karena puasa wajib dan puasa wajib pahala lebih gedhe," ujar Buya Yahya.
Alternatif bagi orang yang belum qadha Ramadhan namun ingin memperoleh pahala sunnah bisa melakukan cara berikut ini.
"Anda niat bayar hutang, niatkan membayar puasa fardhu. Allah Maha Kasih, karena Anda bayar nadzar (hutang) pas di Hari Arafah, Allah akan berikan Anda pahala nadzar plus pahala Arafah," kata Buya Yahya.
Sehingga, saat datang bulan Dzulhijjah, puasa lah dengan niat membayar hutang puasa Ramadhan.
Terlebih saat tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, bisa diniatkan qadha puasa Ramadhan bagi yang memiliki hutang.
Maka, insyaallah Allah akan berikan 2 catatan pahala kebaikan atas amalan yang dilakukan, menggugurkan kewajiban puasa wajib yang dilaksanakan di waktu sunnah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!