لإيلافِ قُرَيْشٍ إِلَيْفِهِمْ رِحْلَةَ الشَّتَاءِ وَالصَّيْف
îlâfihim riḫlatasy-syitâ'i wash-shaîf
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan)
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ
falya‘budû rabba hâdzal-baît
(maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah))
الَّذِي أَطْعَمَهُم من جُوعِ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
alladzî ath‘amahum min jû‘iw wa âmanahum min khaûf
(yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.)
Amalan ini dikaitkan dengan keyakinan bahwa siapa pun yang membacanya tujuh kali akan dijauhkan dari bahaya di jalan, termasuk kecelakaan, begal, dan bentuk musibah lainnya.
Menurut para pengamalnya, ijazah ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga bentuk tawakal dan ikhtiar spiritual kepada Allah.
Bacaan ini dilafalkan secara lisan, bukan hanya dibaca dalam hati, agar pengaruhnya lebih kuat.
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh risiko, amalan seperti ini menjadi semacam penenang batin. Membaca surat Al-Quraisy 7 kali mungkin hanya butuh beberapa menit, tapi bagi yang percaya, efeknya bisa menjadi pelindung sepanjang perjalanan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!