Lantas apa saja amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di awal bulan Dzulhijjah?
Berikut SketsaNusantara.id lampirkan amalan-amalan di 10 hari bulan Dzulhijjah yang bisa dikerjakan.
1. Menunaikan puasa 9 hari awal bulan Dzulhijjah
Diriwayatkan oleh salah seorang istri Rasulullah SAW, berbunyi:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَصُوْمُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ
Artinya: Adalah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa sembilan hari bulan Dzulhijjah [HR. Abu Daud dan Nasa’i.
Baca Juga: Selain Harkitnas, Ternyata Ada Momen Penting Lain di 20 Mei yang Wajib Diikuti oleh Semua Dokter
9 puasa Dzulhijjah ini terdiri dari 7 hari Puasa Dzulhijjah, 1 hari Puasa Tarwiyah, dan 1 Hari Puasa Arafah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan di hari ke-8 bulan Dzulhijjah, Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji,
Puasa Arafah dilaksanakan dihari ke-9 bulan Dzulhijjah, disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.
Puasa arafah disunahkan bagi muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Namun, tidak disunnahkan bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah.
2. Memperbanyak Dzikir
Dzikir yang dianjurkan untuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah meliputi tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih.
Sebagaimana dinyatakan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar berikut: