SketsaNusantara.id - Bulan Dzulhijjah segera tiba, terhitung satu minggu lagi umat Islam memasuki bulan baru yang dinamakan Dzulhijjah.
Dzulhijjah adalah bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam penanggalan Islam.
Dzulhijjah menjadi bulan yang paling dinanti-nantikan selain Bulan Ramadhan oleh Muslim di penjuru dunia,
Bagaimana tidak? Dzulhijjah memiliki amalan-amalan istimewa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Amalan-amalan tersebut dikerjakan sebagai penyempurna ibadah bagi Muslim.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan amalan yang jatuh di awal bulan Dzulhijjah, biasa disebut sebagai amalan 10 hari awal bulan Dzulhijjah.
Sebagai imbalan atau hadiah karena telah mengerjakan amalan dengan niat dan tulus, dikatakan limpahan pahala akan pasti didapatkan.
Hal ini dinyatakan dalam hadits riwayat Ahmad, yang berbunyi:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah). Karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya (HR Ahmad).
Hadits riwayat tersebut menyebutkan bahwa keutamaan bulan Dzulhijjah sudah mulai ada di 10 hari pertamanya, luar biasa bukan?