SketsaNusantara.id - Musibah sering kali dianggap sebagai bentuk murka atau azab. Terutama saat seseorang diuji dengan kehilangan, kegagalan, atau kesedihan yang mendalam.
Tak jarang, muncul pertanyaan, “Mengapa Allah membiarkan ini terjadi pada orang baik?”
Dilansir dari unggahan akun Instagram @juminah7345, Buya Yahya memberikan pandangan yang menyejukkan sekaligus menggugah.
Menurut beliau, musibah yang menimpa orang beriman justru bisa menjadi tanda cinta dan perhatian dari Allah SWT.
Ada 3 alasan utama mengapa seorang mukmin mengalami musibah. Tiga alasan ini tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga mengajarkan cara baru dalam memaknai penderitaan.
1. Penghapus Dosa Menuju Alam Barzah yang Ringan
Musibah bisa menjadi sarana penghapus dosa. Apa pun bentuk kesulitan hidup, mulai dari sakit, kehilangan, sampai kegagalan, semuanya bisa menghapus dosa-dosa yang selama ini mengendap dalam diri manusia.
Buya Yahya menyampaikan bahwa musibah adalah pembersih jiwa. Seorang hamba yang di dunia ini diuji, akan lebih ringan perjalanannya di alam barzah, bahkan bisa bebas dari siksaan di akhirat. Ini seperti Allah membersihkan noda sebelum seseorang bertemu dengan-Nya.
Bayangkan jika setiap sakit yang dirasakan ternyata mengurangi beban hisab kita nanti. Bukankah itu bentuk rahmat luar biasa?
2. Pengangkat Derajat Seorang Hamba
Selain menjadi penghapus dosa, musibah juga bisa menjadi jalan untuk menaikkan derajat seseorang di hadapan Allah. Hal ini seperti kenaikan pangkat spiritual yang tak terlihat oleh mata manusia.