Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa orang yang mencintai Allah dengan sungguh-sungguh akan menunjukkan sikap yang berbeda. Saat sholat, ia tidak tergesa-gesa. Ia tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Ia menyiapkan diri, mempercantik ibadahnya, karena ia sedang "bertemu" dengan yang dicintai.
Bayangkan seseorang yang hendak bertemu dengan kekasihnya. Ia akan berdandan rapi, menjaga tutur kata, dan memperhatikan semua gerak-geriknya. Begitu pula orang yang mencintai Allah.
Ia akan menyiapkan diri sebelum takbir. Ia akan meluruskan niat, membersihkan hati, dan menghayati setiap gerakan dan bacaan dalam sholat.
Amalan ini tidak bisa dipalsukan. Ia datang dari dalam hati. Dan ketika cinta itu tulus, Allah akan membalas dengan cara yang tidak biasa. Bahkan sebelum lidah mengucap doa, Allah sudah tahu isi hati. Bahkan sebelum sempat meminta, Allah sudah memberi.
"Amalannya mencintai Allah. Sholat dengan cinta, dibandingkan dengan sholat karena memenuhi kebutuhan atau kewajiban saja itu akan lain. Kalau benar-benar mencintai Allah, dalam sholat pun persiapannya akan beda," pungkasnya.
Jika selama ini kita merasa doa kita lambat dikabulkan, mungkin saatnya kita bertanya. Sudahkah kita benar-benar mencintai-Nya? Sudahkah kita mendekat karena rindu, bukan karena sekadar ingin dibantu?
Amalan ini memang tidak bisa diukur dengan logika. Tapi hasilnya nyata. Cinta kepada Allah membuat hidup terasa lebih ringan. Masalah tak lagi menakutkan. Dan jawaban dari langit datang bahkan sebelum kita sempat bersujud.
Itulah kekuatan cinta. Dan itulah amalan yang “tidak ngapa-ngapain”, tapi justru paling dahsyat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!