Pendakwah yang juga menjadi Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah itu juga menyebut sholat sunnah rawatib sebaiknya dilakukan secara individu.
"Adapun selain dari sholat sunnah tersebut maka tidak disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah, seperti rawatib, qabliyah, ba'diyah, sholat dhuha juga itu sebaiknya individu saja," katanya.
"Akan tetapi para ulama juga mengatakan bahwa, apabila sholat sunnah itu dilaksanakan berjamaah maka tetap sah ibadahnya dan boleh dilakukan untuk mendidik orang lain," ucap Buya Yahya.
Salat rawatib disyariatkan untuk menyempurnakan kekurangan dalam salat fardu dan sebagai bentuk ibadah sunnah pribadi.
Melakukannya secara berjamaah dapat menghilangkan keutamaan dan kekhusyukan dalam ibadah sunnah individu.
Namun, meski Buya Yahya mengatakan boleh melakukan sholat sunnah berjamaah, bukan berarti ada anjuran khusus untuk melakukannya secara berjamaah di masjid atau di rumah.
"Misalnya ada anak-anak di rumah yuk, kita sholat dhuha bareng gak apa-apa karena sebagai edukasi," ungkap Buya Yahya.
"Tapi diingat-ingat bahwa ini akan jadi bid'ah kalau kita jadikan syi'ar bahwa sholat sunnah itu harus dilakukan berjamaah maka itu merubah sesuatu yang bukan ketentuannya," tandasnya.
Kesimpulannya, sholat sunnah rawatib lebih dianjurkan untuk dilaksanakan secara individu sesuai dengan praktik Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, sebaiknya kita mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan melaksanakan salat rawatib secara individu, meskipun pelaksanakannya secara berjamaah tetap diperbolehkan dan sah dalam Islam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini