religi

Apa Itu Istidraj? Istilah yang Disebutkan Habib Jafar dalam Keresahannya di Balik Kepopuleran Jadi Pendakwah, Tanda Ujian dalam Bentuk Kesenangan

Sabtu, 22 Maret 2025 | 10:30 WIB
Potret Habib Jafar merasa mengalami istidraj, berupa kepopuleran setelah menjadi pendakwah yang terkadang menjadikannya jauh dari Tuhan (Instagram/husen_hadar)

SketsaNusantara.id - Habib Jafar velum lama ini mengungkapkan keresahannya setelah mendengar lagu "Tanda" milik Yura Yunita. 

Pria bernama lengkap Husein Ja'far Al Hadar ini mengaku takut dan resah dengan popularitas yang ia miliki setelah mengambil jalan menjadi pendakwah.

Baginya, kepopuleran yang diperoleh selama 5 tahun berdakwah melalui jalur industri hiburan bisa jadi bukan tanda keberkahan, melainkan justru istidraj yang disebutnya sebagai ujian.

Baca Juga: Habib Jafar Menangis Usai Dengar Lagu 'Tanda' Yura Yunita, Ungkap Keresahannya Setelah Populer Jadi Pendakwah: Apakah Ini Jalan-Nya ataukah Ujian?

Lantas, apa sebenarnya istidraj itu? Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Nahdlatul Ulama (NU) dan berbagai sumber, berikut arti istilah istidraj dan alasan mengapa Habib Jafar begitu takut akan ujian ini.

Dalam ajaran Islam, istidraj berasal dari kata Arab "daraja" yang berarti bertahap. Istidraj merujuk pada pemberian nikmat atau keberhasilan secara bertahap oleh Allah kepada seseorang.

Namun, kenikmatan ini bukan sebagai bentuk kasih sayang atau ridha, melainkan sebagai ujian atau peringatan atas dosa dan kelalaian yang terus dilakukan.

Baca Juga: Diroasting Habis-Habisan, Nikita Mirzani Diingatkan Soal Istidraj hingga Diminta Menutup Aurat, Ekspresi Ibunda Lolly Jadi Sorotan

Istidraj juga disebut merupakan cara Allah memberikan kenikmatan sementara sebelum menjatuhkan seseorang ke dalam kesesatan atau azab akibat kelalaiannya.

Bahkan bisa disebut jebakan kenikmatan yang bisa menjerumuskan manusi dalam kesesatan hidup, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yang artinya:

"Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-An’am: 44).

Baca Juga: Habib Jafar Jelaskan Alasan Pentingnya Punya Resolusi di Awal Tahun 2025, Meski Target Tak Tercapai: Itu Seperti Niat dalam Islam

Hal inilah yang dikhawatirkan Habib Jafar. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Yura Yunita, pendakwah asal Bobdowoso itu resah, apakah kepopulerannya selama ini menuju ke arah keberkahan yang bisa menjadi petunjuk untuk orang lain, ataukah jebakan menuju kehancuran spiritual?

Keresahan Habib Jafar muncul karena ia menyadari bahwa popularitasnya sebagai pendakwah yang disertai dengan padatnya jadwal shooting terutama di bulan Ramadhan malah menjauhkannya dari tujuan awal berdakwah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Halaman:

Tags

Terkini