SketsaNusantara.id - Ketika adzan Maghrib di bulan Ramadhan berkumandang, tentu saja harus segera berbuka puasa.
Namun, masih saja ada umat Islam yang merasa dihadapkan pada 2 pilihan. Apakah ia harus sholat Maghrib dulu atau berbuka puasa dengan hidangan yang tersedia?
Pertanyaan tersebut sering menjadi perdebatan, terutama bagi mereka yang ingin memastikan ibadahnya sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Sebagian masyarakat memilih untuk langsung menunaikan sholat Maghrib sebelum makan, dengan alasan agar ibadah segera ditunaikan.
Sementara itu, ada juga yang lebih memilih berbuka puasa terlebih dahulu, baik dengan kurma, air, atau makanan ringan, sebelum melaksanakan sholat Maghrib.
Lantas, manakah yang lebih utama? Apa yang sebenarnya dianjurkan dalam Islam?
Buya Yahya menjelaskan bahwa berbuka puasa tidak sama dengan makan malam. Berbuka puasa adalah membatalkan puasa dengan sesuatu yang ringan, bukan langsung menyantap hidangan berat.
"Jadi mungkin seperti yang selama ini dilakukan sebagian orang, bukanya adalah buka yang sesungguhnya, namanya membatalkan, bukan makan malam, jadi beda, buka dengan makan malam," ujar Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari kanal Yotube Al Bahjah TV.
Dari pernyataan ini, dapat dipahami bahwa berbuka puasa yang dianjurkan adalah dengan makanan ringan seperti kurma atau air putih.
Setelah itu, barulah umat Islam melaksanakan sholat Maghrib, dan kemudian bisa melanjutkan makan malam.
Tuntunan ini juga sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: