SketsaNusantara.id - Sahur menjadi bagian dari ibadah yang jangan sampai dilewatkan saat menjalani puasa Ramadhan.
Meskipun hukumnya sunah alias tidak wajib, bersantap sahur adalah hal yang sangat dianjurkan. Meskipun hanya seteguk air putih, ada keberkahan yang terkandung di dalam ritual sahur.
Mungkin juga tidak banyak yang tahu bahwa sejarah sahur ternyata berasal dari kisah seorang buruh yang bekerja di perkebunan kurma di masa Rasulullah SAW.
Baca Juga: Jelang Ramadhan 2025, Pemuda Jombang Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Panti Asuhan An-Nur
Buruh tersebut bernama Qais bin Shirmah yang rajin berpuasa.
Kisah ini dirangkum SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Syiar Islam yang diunggah 14 April 2022.
Awalnya, saat ibadah puasa selama Ramadhan disyariatkan, belum ada anjuran yang jelas tentang waktu buka puasa dan sahur. Akibatnya, sebagian umat Islam di masa itu tidak sempat makan di malam hari dan baru berbuka di petang hari.
Penting untuk diingat bahwa syariat puasa selama Ramadhan diterapkan di tanah Arab yang suhu udaranya sangat ekstrem.
Alhasil, tidak semua orang memiliki ketahanan tubuh yang prima saat berpuasa apalagi jika seharian bekerja keras.
Salah satunya adalah Qais bin Shirmah. Ia merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sangat rajin beribadah.
Profesinya sebagai seorang buruh di perkebunan kurma tidak menghalanginya untuk beribadah puasa.
Suatu hari, saat sedang berpuasa dan pulang dari bekerja, istrinya tidak memiliki persediaan makanan. Qais pun menunggu istrinya yang keluar untuk mencari makanan.