SkesaNusantara.id - Nama Burhanuddin Abdullah mendadak jadi perbincangan usai Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana peresmian Badan Pengelola Investasi Danantara.
Pembentukan Danantara dikabarkan sebagai ide Burhanuddin Abdullah seperti ditulis Dahlan Iskan dalam opininya yang diterbitkan di situs Disway.id
Di dunia perbankan dan perekonomian, nama Burhanuddin Abdullah sudah tak asing lagi.
Ia merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur.
Burhanuddin Abdullah diketahui memiliki karir mentereng hingga pernah menjabat sebagai Asisten Direktur Eksekutif IMF untuk ASEAN.
Dikutip dari situs resmi Kemenko, Burhanuddin Abdullah juga pernah menduduki jabatan di luar negeri seperti Staf IMF di Departemen Asia Pacific.
Kini, ekonom kelahiran Garut tersebut menjabat sebagai Komisaris Utama PLN sejak 2024 lalu.
Kendati memiliki karir moncer, lulusan Universitas Padjajaran Bandung ini sempat tersandung kasus korupsi.
Pada tahun 2008, pemilik gelar Doktor Honoris Causa di Bidang Ekonomi ini divonis hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Ia bersama anggota Dewan Gubernur BI lainnya terbukti bersalah menggunakan dana Yayasan Lembaga Perbankan Indonesia (YLPPI) untuk bantuan hukum 5 pejabat BI dalam kasus BLBI hingga amandemen UU BI.