news

Tak Hanya Mantan Presiden, NU dan Muhammadiyah Diajak Prabowo untuk Awasi Danantara

Selasa, 18 Februari 2025 | 11:40 WIB
Prabowo mengajak NU dan Muhammadiyah awasi Danantara. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Secara etimologis, Daya berarti kekuatan atau energi, sementara Anagata berarti masa depan.

Dengan demikian, Danantara bermakna kekuatan investasi dan ekonomi untuk masa depan Indonesia. Sebagai sovereign wealth fund Indonesia, BPI Danantara akan mengelola aset yang diperkirakan mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal sebesar 20 miliar dolar AS.

Dana ini akan difokuskan untuk membiayai proyek strategis di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.

Dalam upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas, Prabowo mengajak mantan-mantan presiden serta pemimpin organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk ikut mengawasi pengelolaan Danantara.

"Danantara adalah kekuatan ekonomi masa depan yang harus kita jaga bersama. Saya ingin para mantan presiden dan pemimpin organisasi keagamaan ikut mengawasi agar dana ini dikelola dengan baik," kata Prabowo.

Rencana peluncuran Danantara pertama kali diumumkan Prabowo dalam forum internasional World Governments Summit pada 14 Februari 2025. Ia memastikan bahwa lembaga ini akan resmi beroperasi mulai 24 Februari 2025, menjadi tonggak baru dalam pengelolaan investasi nasional.

Dengan lahirnya BPI Danantara, pemerintah berharap pengelolaan kekayaan negara dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat Indonesia.***


Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

 

Halaman:

Tags

Terkini