Kamis, 4 Juni 2026

Tak Hanya Mantan Presiden, NU dan Muhammadiyah Diajak Prabowo untuk Awasi Danantara

Photo Author
Fardana Difka Dwi Cahya, Sketsa Nusantara
- Selasa, 18 Februari 2025 | 11:40 WIB
Prabowo mengajak NU dan Muhammadiyah awasi Danantara. (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Prabowo mengajak NU dan Muhammadiyah awasi Danantara. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

SketsaNusantara.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sebuah lembaga yang akan mengelola investasi dan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Nama Danantara, yang berasal dari bahasa Sanskerta, memiliki makna "kekuatan untuk masa depan Nusantara."

Gagasan pembentukan lembaga ini bukanlah hal baru. Pada era Presiden Soeharto, Soemitro Djojohadikusumo, ekonom sekaligus ayah dari Prabowo, pernah mengusulkan ide serupa.

Baca Juga: 6 Fakta Danantara, Superholding BUMN yang Bakal Kelola Aset Rp9.780 Triliun, Diresmikan Prabowo Subianto dan Diawasi Jokowi

Namun, rencana itu sempat ditolak oleh rezim Orde Lama. Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo, konsep tersebut akhirnya terwujud.

Nama Danantara mulai mencuat ke publik setelah Presiden Prabowo menunjuk Muliaman D. Hadad sebagai penjabat Kepala BPI Danantara pada 22 Oktober 2024, hanya dua hari setelah dirinya resmi menjabat sebagai Presiden RI.

Namun, hingga 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, tepatnya 28 Januari 2025, lembaga ini belum memiliki dasar hukum yang kuat serta struktur organisasi yang definitif.

Baca Juga: Disebut Sebagai ‘Temasek Versi Indonesia’, Ferry Irwandi Beberkan Perbedaan Danantara dengan BUMN Singapura: Fokusnya ROI bukan...

Bahkan, kantor sementaranya masih menempati Gedung Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) di Menteng, Jakarta Pusat.

Kejelasan status hukum akhirnya datang pada 1 Februari 2025, ketika pemerintah dan Komisi VI DPR RI menyepakati draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 19/2003 tentang BUMN.

Hanya berselang tiga hari, 4 Februari 2025, DPR RI secara resmi mengesahkan RUU tersebut menjadi Undang-Undang dalam Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Baca Juga: Apa Itu Danantara? Mengenal Badan Pengatur Investasi yang akan Dirilis Prabowo Subianto, Bakal Pegang Aset 7 BUMN Senilai Ribuan Triliun

Presiden Prabowo optimistis bahwa BPI Danantara akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia. Dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada 17 Februari 2025, ia menegaskan bahwa lembaga ini akan tetap diluncurkan sesuai jadwal pada 24 Februari 2025.

"Danantara adalah konsolidasi kekuatan ekonomi kita. Semua yang berkaitan dengan pengelolaan BUMN akan berada di bawah satu badan ini, yang kita beri nama Daya Anagata Nusantara," ujar Prabowo dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Gerindra TV yang diunggah pada hari Senin, 17 Februari 2025.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X