SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan Badan Pengelola Investasi bernama Danantara pada 24 Februari 2025.
Danantara memiliki tugas mengelola aset dan invesasi negara di luar ABPN sehingga diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Rencananya, Danantara akan mengelola aset dari 7 BUMN ‘gemuk’ seperti Pertamina, Telkom, PLN, Bank Mandiri, BNI, BRI hingga Mind ID.
Nilai aset dan dividen dari ketujuh BUMN yang akan dikelola oleh Danatara dikabarkan mencapai Rp9.780 triliun.
Dana investasi tersebut akan digunakan untuk mendanai pembangunan proyek-proyek besar dan berkelanjutan.
Kabar tersebut membuat publik kembali menyoroti badan yang disebut mirip dengan Temasek Holdings, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura.
Kendati Muliaman Darmansyah Hadad menyebut Danantara mirip Temasuk, namun terdapat perbedaan mendasar dari kedua bandan pengelola investasi tersebut.
Hal tersebut diungkap Ferry Irwandi, mantan Pegawai Kementrian Keuangan yang kini menjadi YouTuber.
Melalui akun X miliknya @irwndfrry, ia mencoba menjelaskan secara sederhana mengenai Danantara, termasuk perbedaannya dengan Temasek.
Dalam cuitannya tanggal 17 Februari 2025, Ferry menjelaskan salah satu hal fundamental yang membedakan Danantara dan Temasek.