news

Viral di Sulawesi Selatan! Kronologi Pencurian Sejumlah Komponen Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami, Netizen: Mau Ngukur Getaran Apa Sih?

Senin, 17 Februari 2025 | 16:22 WIB
Ilustrasi kronologi aksi pencurian komponen alat pendeteksi gempa dan tsunami milik BMKG di Sulawesi Selatan. (Freepik / storyset)

SketsaNusantara.id- Viral di media sosial, aksi pencurian komponen alat pendeteksi gempa dan tsunami terjadi di Sulawesi Selatan.

Komponen alat pendeteksi gempa dan tsunami milik Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG raib dicuri oleh orang tak bertanggungjawab.

Kronologi kejadian ini berlangsung di Sidenreng Rappang atau Sidrap, Sulawesi Selatan. Netizen pun tak habis pikir dibuatnya.

Baca Juga: Viral! Gorontalo Diguyur Hujan Jeli yang Bikin Heboh Warga, BMKG Ungkap Fenomena Unik Ini Kemungkinan Akibat Dampak Pencemaran Lingkungan

Kabar ini mulai viral yang turut disebarluaskan oleh Instagram @lambe_turah pada 17 Februari 2025. Tentu menarik banyak perhatian netizen.

Peristiwa pencurian sekaligus pengrusakan ini terjadi di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Sulawesi Selatan pada Rabu, 12 Februari 2025.

Kejadian berlangsung pada sekitar pukul 23.00 WITA. Pencuri mengambil enam unit aki yang digunakan untuk menghidupkan sensor seismograf.

Baca Juga: Nambah Kasus? Kronologi Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oleh Isa Zega, Kepolisian Ringkus Barang Bukti Atas Laporan Shandy Purnamasari

Adapun dua unit panel surya yang terpasang di atas bangunan shelter stasiun SPSI (Sidrap-Indonesia juga raib.

Pelaku diduga merusak bangunan shelter di lokasi kejadian sebelum mencuri beberapa unit alat pendeteksi gempa dan tsunami milik BMKG.

Setelah merusaknya, pelaku kemudian mengambil baterai atau aki. Sebagaimana aki terebut berfungsi sebagai daya utama bagi stasiun monitoring gempa.

Baca Juga: Tangis Haru Nikita Mirzani Menang dari Vadel Badjideh, Mohon ke Netizen untuk Hapus Video Jejak Digital Lolly

Akibat aksi pencurian tersebut, BMKG setempat mencabut seluruh peralatan yang tersisa di sana.

Bahkan termasuk sensor, digitizer hingga peralatan komunikasi. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Halaman:

Tags

Terkini