"Substansi bukan kunci. Tapi volume. Survival of the loudest. (yang paling kencang yang bertahan). Welcome to the age of sound horeg. (Selamat datang di era sound horeg)," tandasnya.
Mengutip dari situs Investopedia, "Race to the bottom" adalah istilah yang kerap digunakan dalam bidang sosial-ekonomi.
Situasi ini menggambarkan persaingan tidak sehat di mana individu, perusahaan, atau pemerintah terus menurunkan standar (baik dalam kualitas, regulasi, atau kesejahteraan) demi keuntungan ekonomi atau politik.
Dalam konteks politik dan komunikasi publik, istilah yang disebutkan Dandhy Laksono ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan situasi di mana pejabat atau juru bicara pemerintah justru menurunkan kualitas diskursus publik dengan pernyataan-pernyataan dangkal, tanpa substansi, dan hanya bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan atau popularitas.
Jika pejabat publik lebih fokus pada retorika 'kosong' tanpa menawarkan solusi konkret, hal ini dapat dianggap sebagai bentuk "race to the bottom".
Dalam situasi seperti ini komunikasi politik menuju ambang 'kehancuran', di mana kualitas perdebatan publik semakin menurun karena lebih mengedepankan upaya untuk mempenagruhi opini publik dengan menyebarkan informasi tertentu daripada mengungkapkan fakta yang sebenarnya.
Penyataan Dandhy Laksono ini mewakili bentuk kekecewaan masyarakat terlebih kondisi negara saat ini tengah berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja.
Sebelumnya, warganet juga memprotes pelantikan Deddy Corbuzier yang dianggap jadi pemborosan anggaran karena menambah jumlah orang di kabinet, yang bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo untuk menekan anggaran belanja negara.
Dandhy Laksono juga mengungkapkan kekecewaan masyarakat usai pemerintah melantik stafsus dan jubir yang menangani komunikasi publik yang sebelumnya punya jejak digital yang kerap menimbulkan kotroversi seperti Deddy Corbuzier.
"Kualitas audio yang diharapkan setelah bayar pajak vs jubir, stafsus, utusan khusus dan buzzer," kata Dandhy Laksono.
Postingan Dandhy membandingkan gambar orang yang tenang mendengarkan musik dari headset dengan gambar sound horeg yang kerap bikin kisruhmengganggu banyak orang.