news

Melawan Arus Zaman! Perahu Tambangan Ploso Tetap Berlayar, Jejak Warisan Sungai Brantas yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Selasa, 11 Februari 2025 | 21:39 WIB
Perahu Tambangan saat mengantarkan penumpang menyebrangi sungai Brantas (SketsaNusantara.id/ Fardana Difka Dwi Cahya)

SketsaNusantara.id –Di tepian Sungai Brantas, suara gemericik air berpadu dengan deru mesin perahu yang sesekali memecah keheningan.

Sebuah perahu tambangan bergerak perlahan, mengantarkan penumpang menyeberang sungai dari satu sisi ke sisi lainnya. 

Meski zaman terus berubah dan infrastruktur berkembang, perahu tambangan tetap menjadi bagian dari kehidupan warga Ploso, Jombang. 

Baca Juga: Viral! Penumpang Histeris dan Ngamuk Kehilangan Emas di Bandara Haluoleo, Ternyata Pelakunya....

Salah satu sosok yang setia mengemudikan perahu ini adalah Pak Jie, pria paruh baya yang sudah lebih dari setengah abad menjalani profesinya sebagai tukang tambangan.

"Mulai dari 1963 saya sudah mulai mengemudikan perahu tambangan ini hingga saat ini, dan ini juga jadi kerjaan tetap saya," ujarnya pada Tim SketsaNusantara.id pada Selasa, 11 Februari 2025

Baginya, perahu tambangan bukan sekadar mata pencaharian, tetapi juga warisan yang terus ia jaga agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi. 

Baca Juga: Diisukan Mangkrak dan Dana Pembangunan Diblokir, Ini Pendapat Hotman Paris Saat Kunjungi IKN

Di era yang serba cepat, aksesibilitas menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Kehadiran Jembatan Ploso yang membentang megah memang menawarkan jalur darat yang lebih luas bagi kendaraan

Tetapi bagi sebagian warga, menyeberang dengan perahu tambangan tetap menjadi pilihan utama. Selain mempersingkat waktu tempuh, juga harganya yang relatif murah dengan tarif sepeda motor 2 ribu dan mobil 5 ribu.

"Naik ini (perahu tambangan) biar lebih cepat aja nyampe ke rumah, soalnya kalau lewat Jembatan Ploso itu muter jadi jauh," ungkap Bagus, salah satu pengguna setia perahu tambangan.

Baca Juga: Marah-Marah hingga Terlempar! Akun Ini Sebut Jam Tangan Razman Nasution Harganya Capai Puluhan Miliar, Tapi....

Jalur air ini memang lebih praktis, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar sungai dan harus bolak-balik untuk bekerja atau beraktivitas sehari-hari. 

Namun, di balik kepraktisannya, operasional perahu tambangan bukan tanpa tantangan. Selain harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tak menentu.

Halaman:

Tags

Terkini