Dia menyayangkan kalau pengurus berani merubah dan bahkan menghapus PCNU dalam hal pengawasan.
"BMT memakai Logo NU, dan menempati kantor-kantor MWC NU. Bagaimana pertanggungjawaban kepada jamaah NU?” tanyanya.
Hal senada juga disampaikan Ketua MWCNU Bandarkedungmulyo, H Basyarudin Saleh. Dia meminta kepada PC NU Jombang segera menggelar Rapat Pleno. Dengan begitu, kata dia PC NU bisa segera bersikap atas lepasnya BMT dari NU.
Dia menegaskan, tindak lanjut terkait dengan temuan dan laporan Tim Aset yang saya pimpinnya harus juga harus dibahas.
Basyarudin membeberkan diantara hasil temuannya yakni; penyimpangan tata kelola RSNU, LPJ pengurus lama, dan dihapusnya dana Rp 20 Milyar.
“Kalau PC NU tidak bersikap, maka MWC akan bergerak sendiri untuk melaporkan ke PBNU. Kami juga akan menggugat lewat jalur hukum atas penyimpangan-penyimpangan itu,” pungkas Kaji Den, panggilan akrab H Basyarudin Saleh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini