SketsaNusantara.id – Nahdlatul ‘Ulama (NU) sebagai organisasi terbesar di dunia tak lepas dari dinamika keorganisasian. Kali ini, sejumlah pengurus NU di tingkat kecamatan mempertanyakan keberadaan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) BMT NU.
Informasi yang berkembang, koperasi bentukan Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Jombang tersebut tidak lagi di bawah naungan PC NU setempat. Padahal, sejak berdiri, BMT mengatasnamakan NU secara kelembagaan.
"Informasi yang kita terima BMT sudah lepas dari pengawasan PC NU ini bagaimana statusnya," kata KH Haris Munawir, Ketua MWC NU Perak, Senin 10 Februari 2025.
Berdirinya BMT, kata Gus Haris, panggilan akrabnya, merupakan amanat program PCNU saat kepimpinan KH Isrofil Amar. Dia melanjutkan, MWC NU diminta memfasilitasi di tingkat kecamatan.
"Karena perintah organisasi, maka MWC NU bekerja susah payah mendirikan di tingkat kecamatan. Sebagian kantornya BMT memakai kantor MWC NU," bebernya.
Saat itu, lanjut Gus Haris, untuk mendukung berdirinya BMT NU, syaratnya harus memiliki modal Rp 50-80 juta bagi pengurus MWC.
"Para kiai dan ibu ibu Muslimat bersusah payah untuk mendapatkan modal. Beliau beliau dengan modal hutang pengurus MWC NU," bebernya.
Sementara, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Mustain Hasan mengatakan telah berupaya mencari jalan keluar atas permasalahan ini. PCNU, tandas KH Mustain, sudah mengkomunikasikan dengan pengurus BMT NU perihal ini.
"Memang ada perubahan AD BMT yang menghapus keterlibatan pengawasan oleh PCNU. Itu sudah kita tanyakan ke pengurus BMT NU," bebernya.
Atas tindakan tersebut, paparnya, PCNU juga sudah meminta BMT tidak melupakan sejarah berdirinya koperasi BMT.
"Meski tanggungjawabnya kepada anggota dalam RAT, namun sejarah tidak dihapus. Adanya BMT karena NU, yakni PC NU Jombang. Sejatinya harus tetap dilibatkan dalam hal pengawasan," tandasnya.
Artikel Terkait
Wenny Myzon Makin Tengil Usai Dipecat PT Timah, Tuding Pejabat BUMN Bayar Wartawan hingga Sindir Punya Bekingan KPK
Miris! Warga Patungan Beli Kertas HVS untuk Disdukcapil Subulussalam yang Tak Bisa Cetak KK
Berkat BRI, Brand Sepatu Malang Ini Raup Omzet Rp90 Juta dan Sukses Ekspor ke 8 Negara
Ketua MWCNU Ini Larang Jajarannya Terima Bantuan Bentuk Fisik dari Parpol
Heboh Anggaran BMKG Dipangkas, Info Cuaca hingga Peringatan Gempa Tsunami Bakal Tak Akurat, Netizen Ramai Salahkan Program Makan Bergizi Gratis