SketsaNusantara.id - Tanggal 6 Februari 2025 menjadi momen peringatan 1 abad sastrawan Pramoedya Ananta Toer.
Dalam momen tersebut, pemerintah Kabupaten Blora berencana meresmikan nama Pramoedya Ananta Toer sebagai nama jalan di wilayahnya.
Sayangnya, rencana tersebut mendapatkan penolakan dari ormas Pemuda Pancasila.
Beredar di media sosial X surat himbauan dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Blora kepada bupati setempat.
Surat tersebut diunggah akun X @Jateng_Twit pada 5 Februari 2025.
Melalui surat tertanggal 3 Februari 2025 tersebut, ormas Pemuda Pancasila menolak rencana penamaan jalan di wilayah Blora dengam menggunakan nama Pramoedya Ananta Toer.
Baca Juga: Perayaan 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer: Sosok Sastrawan Pemberani dalam Melawan Ketidakadilan
Penyebabnya tak lain karena sosok Pram dianggap sebagai tokoh radikal kiri.
“Kami Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Blora yang beridiologi Pancasila dan UUD 1945 menolak adanya rencana penaamaan jalan di wilayah Kabupaten Blora dengan nama tokoh radikal kiri,” begitu kira-kira pernyataan yang ditulis dalam surat tersebut.
Surat ini diyakini sebagai surat resmi lantaran memiliki kop surat, logo hingga cap dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila.
Tak hanya itu, surat penolakan ini juga ditandatangani oleh ketua Majelis Pimpinan Cabang Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Blora, Munaji.