SketsaNusantara.id - Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Jombang tergolong tinggi berdasarkan data dari Satlantas Polres Jombang.
Sepanjang tahun 2024 terjadi 1.112 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 236 orang meninggal dunia.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan ini adalah kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
Selain korban meninggal, kecelakaan tersebut juga menyebabkan 6 orang mengalami luka berat serta 1.585 orang mengalami luka ringan.
Kecelakaan ini terjadi di berbagai jenis jalan, mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga jalan desa.
Menurut Kanit Gakkum Polres Jombang, Ipda Siswanto, kecelakaan paling banyak terjadi di jalan kabupaten dengan 408 kasus.
Dari jumlah tersebut, 73 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami luka berat, dan 411 orang mengalami luka ringan.
“Kalau mengacu pada data kami, peristiwa kecelakaan terbanyak terjadi di jalan kelas kabupaten. Jumlahnya sepanjang 2024 ada 408 peristiwa, dengan jumlah kematian 73 orang, yang luka berat 2 orang, dan luka ringan 411 orang,” ujar Ipda Siswanto, Sabtu, 1 Februari 2025.
Sementara itu, di jalan nasional tercatat 192 kecelakaan dengan korban meninggal 66 orang, luka berat 1 orang, dan luka ringan 311 orang.
Jalan provinsi mencatat 207 kecelakaan yang menewaskan 47 orang, luka berat 1 orang, dan menyebabkan 352 orang mengalami luka ringan.
Adapun lakalantas di jalan desa terjadi 305 kecelakaan yang menyebabkan 50 orang meninggal, 2 orang luka berat, dan 511 orang luka ringan.
Lebih lanjut, Ipda Siswanto menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan.