Di antaranya adalah faktor alam, kondisi jalan, kendaraan, teknologi, dan kesalahan pengemudi (human error).
“Dari data yang kami kantongi, untuk faktor alam ada 3 kejadian, faktor jalan 16 kejadian. Di mana karena jalan rusak 4 peristiwa, jalan berlubang 9 peristiwa, dan karena jalan licin 3 peristiwa,” jelasnya.
Selain itu, faktor kendaraan menjadi penyebab 14 kecelakaan, dan faktor teknologi 5 penyebab kecelakaan.
Namun, penyebab terbesar kecelakaan adalah kesalahan pengemudi, dengan total 1.071 kejadian.
“Jumlahnya mencapai 1.071 peristiwa. Dengan rincian karena pengemudi lengah 571 kejadian, pengemudi lelah 19 kejadian, dan karena pengemudi mengantuk 26 kejadian,” jelasnya.
Untuk mengurangi angka kecelakaan lakalantas, kepolisian terus melakukan berbagai upaya termasuk sosialisasi keselamatan berlalu lintas dan penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Upaya menekan angka kecelakaan terus kita lakukan dengan berbagai upaya,” ungkapnya.
Termasuk sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara dan selalu tertib di berlalu lintas.
"Terlebih faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan yang harus terus disosialisasikan,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Belum Sebulan Menikah, Aurelia Moeremans dan Suami Alami Kecelakaan di Amerika Serikat hingga Alami Gegar Otak
Alami Gegar Otak? Aurelie Moeremans Beberkan Kondisinya Kesehatannya Pasca Kecelakaan Beruntun Bersama Sang Suami
Terbukti Lalai, PO Bus Pariwisata Sakhindra Trans Ditetapkan sebagai Tersangka Atas Kecelakaan Maut di Batu, Ini Hukuman yang Diterimanya
Viral! Terekam Momen Mengerikan Mobil Melaju Tanpa Sopir di Tol Wiyoto Wiyono Jakarta Utara hingga Terjadi Kecelakaan, Begini Penjelasan Polisi
Mengejutkan! Penanggung Jawab Localizer Terkait Kecelakaan Jeju Air Meninggal Dunia Diduga Bunuh Diri, Warganet: Vibesnya Kaya Nonton Drakor