Program ini juga merupakan wujud nyata komitmetn BRI sebagai agent of development mendukung pemberdayaan desa.
Dalam program BRILian juga dilakukan penguatan ekonomi desa yang didukung dengan penguatan kelompok (klaster) usaha mikro lewat Klasterkuhidupku yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha mikro.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Naik Kelas! 1.000 Pelaku Usaha Siap Ekspor dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Selain itu, Klasterkuhidupku juga memberrikan bantuan sarana dan prasarana agar UMKM dapat berkembang lebih cepat.
Direktur Utama BRI Sunarso juga menambahkan, komitmen BRI dalam menumbuhkembang dan memberdayakan UMKM dapat dilihat melalui penyaliran kredit UMKM sebesar Rp1.106 triliun.
Sunarso juga menyampaikan, BRI juga telah memperluas layanan kepada UMKM dan menyalurkan kredit kepada 50 juta nasabah UMKM, termasuk 36 juta di antaranya adalah nasabah Ultra Mikro.
Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2025: BRI Peduli Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Tangerang dan Singkawang
“Hasil riset BRI menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan edukasi untuk menabung,” tuturnya.
Dalam penjabarannya, setidaknya ada 6 Program Pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan BRI yakni sebagai berikut:
1. AgenBRILink
Program ini melibatkan warung kelontong dengan prinsip sharing economic. Saat ini jumlah AgenBRILink telah mencapai 1.06 juta agen dengan volume transaksi Rp1.589 triliun
Baca Juga: Melalui YBM BRILiaN, BRI Fokus pada 5 Pilar Utama dengan Dana ZIS Rp126,7 Miliar di Tahun 2024
2. Desa BRILiaN
Desa BRILian adalah program pengembangan ekonomi desa sesuai potensi seperti desa wisata, desa pertanian dan sebagainya.
Hingga saat ini tercatat sudah ada 4.327 desa yang diberdayakan dalam program ini.