Dari sisi business matching, nilai kesepakatan dagang juga terus meningkat. Jika pada 2019 tercatat US$ 33,5 juta, tahun ini BRI optimis dapat mencapai US$ 89,4 juta, lebih tinggi dari US$ 81,3 juta pada 2023.
Baca Juga: BRI Pastikan Layanan Perbankan Digital Beroperasi Penuh Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025
Jumlah negara yang berpartisipasi pun meningkat menjadi 33 negara dengan 94 buyers, menunjukkan kepercayaan global terhadap produk UMKM Indonesia.
Selain expo, BRI juga menyelenggarakan Microfinance Outlook 2025 yang membahas strategi pemberdayaan ekonomi berbasis rakyat. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor keuangan dalam memperkuat UMKM.
“Penguatan kesejahteraan berbasis UMKM harus terus dijaga agar ekonomi tetap stabil di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.
Dengan menghadirkan para pakar ekonomi global, seperti Chief Economist ADB Albert Francis Park dan peraih Nobel Ekonomi Paul Romer, forum ini menjadi wadah penting bagi perumusan kebijakan keuangan inklusif di Indonesia.
Ke depan, BRI berencana mengadakan business matching secara rutin dua kali dalam sebulan untuk mempercepat ekspansi UMKM ke pasar ekspor.
Dengan strategi ini, BRI berharap semakin banyak UMKM Indonesia mampu bersaing di level internasional dan membawa pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini