Minggu, 19 Juli 2026

BRI Peduli dan Pemerintah Bersinergi Cegah Stunting: Menargetkan Penurunan Hingga 14 Persen di Tahun 2024

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 11:53 WIB
BRI cegah stunting. (Dok. BRI)
BRI cegah stunting. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Masalah gizi buruk pada balita, termasuk stunting, tetap menjadi isu utama kesehatan masyarakat di Indonesia.

Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, motorik, dan risiko gangguan metabolik di masa dewasa.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat penurunan prevalensi stunting dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022.

Baca Juga: Dukung Perkembangan UMKM di Indonesia Mendunia ke Pasar Internasional, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Siap Bawa Produk Lokal Mendunia

Penurunan sebesar 2,8% ini menunjukkan progres positif menuju target nasional, yaitu angka 14% pada tahun 2024. Meski demikian, tantangan besar tetap ada, mengingat target tersebut membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak.

Intervensi Kesehatan yang Fokus pada Anak dan Ibu Hamil

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menerapkan berbagai intervensi spesifik.

Langkah-langkah ini mencakup skrining anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil, hingga pemberian makanan bergizi tinggi untuk balita.

Baca Juga: Tingkatkan Peran UMKM dalam Perekonomian, BRI Gelar Microfinance Outlook 2025 dengan Narasumber Ekonom Dunia

Upaya ini bertujuan memastikan masa kritis 1.000 hari pertama kehidupan dapat dikelola dengan baik.

BRI Peduli: Kolaborasi CSR untuk Menekan Stunting

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, BRI melalui program CSR “BRI Peduli” turut mengambil langkah nyata. Kampanye bertajuk “Cegah Stunting Itu Penting” dijalankan serentak di 25 Posyandu dan Puskesmas di berbagai wilayah, seperti Padang, Malang, Yogyakarta, hingga Manado.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari.

Melalui bantuan paket Antropometri Kit, yang meliputi timbangan digital, infantometer, dan tensi digital, BRI mendukung peningkatan pelayanan kesehatan dasar di wilayah-wilayah sasaran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X