SketsaNusantara.id - Pihak kepolisian mengalami kesulitan menginterogasi AK (18), pemuda Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Puger, Jember yang tega memenggal ayahnya sendiri, Jaenuri (60) hingga tewas.
Sebagaimana diketahui, AK harus dirawat di RSUD dr. Soebandi setelah mengalami luka di lehernya karena mencoba bunuh diri.
Kapolsek Puger, AKP Fatchur Rahman, mengatakan bahwa selama menjalani perawatan, si AK menunjukkan perilaku yang aneh.
“Sering tiba-tiba mengumandangkan azan dan iqomah bahkan menjawab pertanyaan polisi dengan azan," katanya, Rabu 29 Januari 2025.
Lebih lanjut kata Fatchur, pihaknya menduga kalau tingkah laku yang tidak normal itu mengindikasikan si AK alami gangguan kejiwaan setelah membunuh ayah kandungnya sendiri. Namun, pihak kepolisian untuk saat ini akan fokus pada penyembuhan luka, baru setelah itu memeriksa kondisi mental pelaku.
“Polisi menduga, AK mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini kami fokus terlebih dahulu pada penyembuhan lukanya. Setelah itu kami akan memeriksa kondisi mentalnya,” ujarnya.
Baca Juga: Peringati Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, KAI Daop 9 Jember Suguhkan Atraksi Barongsai
Menurut Fatchur, setiap kali mengajak pelaku untuk membahas tindakan pembunuhan yang dilakukannya, ekspresinya langsung berubah. Matanya melotot tanpa menjawab pertanyaan apapun.
"Tiba-tiba melotot, lalu diam tanpa menjawab pertanyaan apa pun. Karena kesulitan mendapatkan keterangan dari AK, polisi melibatkan ibu dan kakaknya," ucapnya.
Selain itu, hambatan berikutnya ialah polisi belum bisa mengakses ponsel milik AK. AK seolah-olah sangat enggan untuk memberikan kata sandinya. Pihak kepolisian sangat berharap agar ibunya bisa membantu.
Baca Juga: Abaikan Peringatan! 3 Anak Terseret Arus di Pantai Cemara Jember, Satu Dinyatakan Meninggal Dunia
“Setiap kali ditanya kata sandinya, pelaku selalu memberikan jawaban yang tidak jelas. Kami berharap ibunya bisa membantu membuka ponsel tersebut,” jelasnya.
Kata Fatchur, penyelidikan kasus ini akan tetap dilanjutkan. Pasalnya, pihaknya perlu menggali motif si AK membunuh ayahnya.
“Polisi tetap berusaha mengungkap motif AK membunuh ayahnya, terutama setelah melihat sikapnya yang berubah-ubah," paparnya.