Rip Current sendiri disebabkan karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai dan menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan tinggi.
Dikutip dari akun X BNPB @BNPN_Indonesia, berdasarkan studi di Australia tahun 2013, Rip Current menelan lebih banyak korban meninggal dunia dibandingkan hiu, siklon hingga banjir di sana.
Rip Current bisa membuat seseorang terseret hingga tenggelam lantaran arusnya yang cepat dan singkat.
Mereka yang terjebak di dalam arus Rip Current biasanya akan sulit sekali untuk melepaskan diri.
Lantas seperti apa ciri-ciri pantai dengan arus Rip Current seperti yang ada di Pantai Drini?
Baca Juga: Abaikan Peringatan! 3 Anak Terseret Arus di Pantai Cemara Jember, Satu Dinyatakan Meninggal Dunia
Menurut Surisdiyanto, salah satu ciri-ciri arus Rip Current yakni air yang tenang.
“Kita harus bisa melihat di mana ada air tenang, di situlah ada Rip Current yang mengarah ke selatan yang cukup kuat,” tuturnya seperti dikutip dari kanal YouTube MetroTV News.
Surisdiyanto juga menambahkan, umumnya di kanan kiri pantai terdapat ombak berwarna putih.
Namun jika pada bagian tertentu tidak ada ombak, air diam dan tenang, dapat dipastikan terdapat arus Rip Current di perairan tersebut.
Kecepatan arus Rip Current hingga kemunculannya yang kerap tak terdeteksi mata awam membuatnya sangat berbahaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!