SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sudah memasuki pekan ke empat dan kini menu yang disajikan mulai banyak diperbincangkan.
Menurut catatan pemerintah, setelah beberapa minggu berjalan, sudah tercatat ada 650 ribu siswa telah menerima manfaat dari program ini.
Pemerintah juga telah menargetkan bahwa pada bulan April ini program Makan Bergizi Gratis akan menjangkau 3 juta siswa dan pada Agustus mendatang ditargetkan sudah ada 6 juta siswa sudah menerima manfaatnya.
Baca Juga: Fakta Belalang dan Ulat Sagu Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN: Jangan Diartikan Lain ya
Sedangkan pada akhir tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto sudah menargetkan bahwa program ini sudah menjangkau seluruh siswa di Indonesia.
Prabowo juga menegaskan bahwa anggaran untuk program ini sudah ada dan siap, selaku presiden ia juga yang menjaminnya secara pribadi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV, dengan keseluruhan target penerima manfaat sekitar 82,9 juta maka akan menggunakan APBN 71 Triliun serta dana tambahan Rp 100 Triliun.
Selain pembiayaan, menu hingga ketersediaan susu sebagai sumber protein menjadi sorotan banyak pihak terkait pelaksanaan program ini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV, Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan menyebutkan bahwa susu bukanlah menu utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Susu itu tertentu saja, tidak tiap hari," ujarnya.
"Disesuaikan dengan pangan di daerah," imbuhnya.
Saat ini pemerintah dan pihak terkait masih mengutak ngatik menu terutama untuk kecukupan protein siswa selain susu, dimana pernah diwacanakan susu akan diganti dengan telur dan kelor.