Minggu, 19 Juli 2026

Jadi Sorotan! Susu Akan Digantikan Belalang Hingga Kelor pada Program Makan Bergizi Gratis, Kantor Kepresidenan Menjawab

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 29 Januari 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi wacana pengganti Susu dengan menu alternatif dalam program Makan Bergizi Gratis (Pixabay/Imo Flow)
Ilustrasi wacana pengganti Susu dengan menu alternatif dalam program Makan Bergizi Gratis (Pixabay/Imo Flow)

Dadan Indayana selaku Kepala Badan Gizi Nasioanl justru menguak opsi menu alternatif protein sebagai pengganti susu.

Pada saat itu ia memberikan opsi serangga sebagai pilihan untuk kelengkapan protein pada menu siswa.

"Jika masyarakat sudah terbiasa maka salah satu proteinnya bisa dari serangga," ujar Dadan Indayana.

Baca Juga: Reza Indragiri Kritik Keras Deddy Corbuzier yang Hardik Anak karena Protes Menu Makan Bergizi Gratis: Jangan Abusive, Ada Pasalnya !

Menurutnya, beberapa daerah seperti Gunung Kidul sudah terbiasa mengkonsumsi belalang, sedangkan di daerah Papua menggunakan ulat sagu.

Sedangkan juru biacara Kantor Komunikasi Presiden, Adita Irawati menegaskan bahwa menu serangga dalam menu MBG hanya alternatif bukan sebagai menu utama.

Namun ahli gizi dari IPB, Ali Khomsan sebaiknya pemerintah mengutamakan sumber protein konvensional terutama ikan sebab Indonesia negeri bahari yang memiliki banyak ikan.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Tertawakan Deddy Corbuzier yang Dihujat Usai Pamer Keracunan Makan Steak 6 Juta: Botak Kocak!

Menjawab segala tanggapan masyarakat terkait menu alternatif, Hariqo Wibawa Satria selaku Juru Bicara kantor Komunikasi Presiden angkat bicara.

Ia mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional tidak pernah menetapkan satu jenis makanan atau satu jenis menu apapun sebagai standar menu nasional.

Menurutnya, yang ditetapkan standard nya selama ini adalah menu, komposisi, serta angka kecukupan gizi.

Baca Juga: Lagi-Lagi Ngamuk, Deddy Corbuzier Marah Saat Soroti Video Anak SMP yang Protes Gegara Tak Dapat Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya

Badan Gizi Nasional selama ini tak pernah menetapkan standard menu nasional karena menurutnya dari ratusan atau ribuan daerah di Indonesia hanya beberapa saja yang memiliki makanan khas daerah.

Jadi jika ada wacana serangga sebagai menu alternatif sempat dilontarkan itu ditujukan untuk daerah yang memiliki menu khas dimana masyarakatnya menyukai menu tersebut.

Untuk itulah di setiap dapur gizi program ini ada seorang ahli gizi yang bisa menentukan menu berdasarkan sumber pangan lokal dan data-data lainnya, dan dari sanalah nanti akan ditentukan menu berdasarkan angka kecukupan gizinya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X